Mari Kita
Bersyukur
Hari ini, selasa pukul 5.06 PM ku berbaring
sambil senyam senyum sendiri karena memandangi foto yang membuat hatiku
berkembang biak. Yaaa pasti kamu tau laah bagaimana rasanya kalo kamu, “ Take a picture with someone whom you love
but she's not yours “. Eeiitss ini niatnya mau ngerjain tugas kok malah
jadi curcol yaakkk. Yukk kembali fokus broow. Monggo di simak sampek
klimaks.
Selasa pagi pukul 4.46 AM ku dibangunkan oleh
Raja Rembulan yang sudah ku pinta tadi malam untuk membangunkan. Karena di pagi
yang cerah ini aku harus berada di kampus untuk mengikuti acara wisuda kakak
angkatan sebagai pelontar suara di kelompok paduan suara kampus ku. Setelah beberapa menit ku
memanggil nyawa - nyawa ku yang telah pergi ke alam mimpi untuk kembali ke tubuhku
yang imut ini. Dengan wajah penuh dosa ku ambil air wudhu untuk menjalankan
kewajiban seorang anak yang solehah :p. Kemudian ku melakukan gerakan yang
sebenarnya aku sudah bosan. Karena di setiap pagi orang - orang melakukan
gerakan ini untuk membersihkan badan. Setelah mandi ku makan makanan khas jogja
yang manis dan gurih kayak kamu :p.
Setelah mengenakan kemeja dan jas dengan rapi.
Kumelihat kaca dan, " Waoow, ternyata
aku gk kalah ganteng dengan Alliando De' Caprio ya :) ". Kemudian ku
tarik gas menuju kampus dengan kecepatan sederhana. Setelah sampai di TKP ku
lihat mereka para teman - temanku yang sudah seperti bidadari sedang mempercantik
diri sedang mengoleskan bahan yang tidak alami ke wajahnya sendiri.
Dan kulihat jam di dihape menunjukkan pukul
05.45. Kemudian ku bakar sebatang rokok untuk pemanasan dan kubertemu dengan
seorang temanku dari papua sebut saja namanya Oge. Dengan senyuman terbaik
kusapa dia..
" Hey Oge "
" Eh halo kipli " ku raih tanganya dan bertanya " Loh kamu masuk jam berapa ? "
" Sa masuk jam tujuh " yang dia bilang “ Sa “ itu sama dengan “ Saya”
" Waow rajin sekali kamu masuk jam tujuh jam enam udah datang "
" hahaha tidakk.. sa berangkat dari asrama jam lima, saya jalan kaki "
" ohh. Benarkah ? Kamu emang gini ". Sambil ku berikan dua jempolku untuk dia.
Mendengarnya.. seperti tuhan sedang membukakan
mataku lebar - lebar. Kita yang memiliki kendaraan sendiri untuk pergi
bersekolah ataupun kuliah kadang masih mengeluh. Sedangkan Oge ? Dia jalan
kaki, dan dia berangkat satu jam lebih awal. Dengan ini kita seharusnya malu
jika tidak bersyukur kepada Big Boss yang diatas, apalagi untuk mengeluh.
Karena jika nurutin nafsu, pasti nggak ada habisnya. Maka " beruntunglah kalian, beruntunglah aku.
Seterusnya akan selalu begitu, jika kita melihat ke bawah. Akan selalu merasa
beruntung dan terus bersyukur ".Kata – kata yang kuambil dari
caption foto instagram seorang pendaki gunung yang memamerkan fotonya di puncak
Gunung Sindoro.
" haha kau mau ikut apa kah?, kok semua pake jas ? " dia bertanya sambil melirik temanku yang lagi dandan.
"Oh ini aku ada acara wisuda, aku ikut UKM paduan suara. Kamu ikut UKM apa aja? "
" oh sa tidak ikut apa - apa. "
" lho kenapa? Ikutlah suatu organisasi untuk belajar ngomong. Biar nggak jadi orang pemalu. "
" haha iyaa.. "
" kamu prodi apasih? Lupa aku hehe "
" Akuntansi.. saya prodi akuntansi.."
" Oh susah nggak materi nya ? "
" hueee susahnya minta ampun broo "
" hahaha untung aku kemarin nggak jadi ambil akuntansi "
" he iya ini.. sepertinya saya salah jurusan..pengen ganti tapi bisa tidak ya? "
" loh emang dulu sma nya apa? “
" saya IPA hehe"
" oh nggak papa oge, namanya orang belajar emang gitu. Karena untuk mencapai kesuksesas itu butuh proses yang panjang. Uang bisa dicari brow.. tapi kalau umur, gabisa di ulang lagi. Maka manfaatin waktu kita sebaik - baiknya ge... Aku bisa ngomong seperti ini karena dulu aku pernah ngulang sekolah karena di DO. Karena sakit banget brow ketika teman - teman seangkatan ku udah lulus, aku masih nunggu tahun depan ".
" ohh iya benar juga kamu pli.. "
" iya ge.. aku yakin ketika kamu memutuskan ambil jurusan itu pasti kamu sudah mempertimbangkannya kan?" Dia mengangguk seakan menunggu apa yang akan aku ucapkan selanjutnya.
" yaudah deh.. coba berjuang aja dulu, kita ini laki - laki. Belajar bertanggung jawab atas apa yang telah kita pilih. Ketika udah memilih untuk “ fight “, yaudah kita coba bertarung sampai selesai. "
" eiseh.. iya iya benar kamu pli ".
" terus di papua TK tidak? ".
" ada.. tapi sa tidak, saya langsung SD ".
" em.. Enam tahun juga kan disana? “.
" iya pli enam tahun juga, tapi disana gurunya jarang datang... jadi kita pertemuan seminggu sekali "
" oh disana kekurangan guru apa ?"
" tidak kok..." Aku tidak tahu dia bohong atau tidak, tapi dia menjawab dengan tatapan yang polos seakan sedang menggambarkan suasana sekolah di kampung halamannya. Jika aku dulu dari SD sampai SMK pertemuan kelasnya hanya seminggu sekali, aku kira aku akan menjadi manusia yang lebih bodoh dari aku saat ini.
Orang papua yang kutemui ini adalah sosok orang
yang baik, lugu, dan polos. Seringkali ku perigatkan jangan sampai salah
pergaulan dan selalu ingat orang tua dirumah. Beda halnya dengan orang papua
yang nakal dan suka bikin onar. Karena orang yang bertipe tersebut, mereka -
mereka yang serius ke jogja untuk mencari ilmu jadi terkena imbasnya. Ada yang
cari kost jadi susah, di acuhkan lah, di jauhi lah. Itu semua karena ulah
beberapa orang yang membuat nama papua menjadi tercemar.
Akan tetapi tidak masalah,
tetaplah jadi orang baik. Ketika kita berbuat baik kepada siapapun, selalu
menjaga perasaan, dan saling bergotong royong dalam kebaikan. Orang - orang
tidak akan memperdulikanmu dari mana, anak siapa, agamamu apa, dan dari suku
mana. Mereka akan tetap menjadi teman baik mu ^^
" Beruntunglah Kalian, beruntunglah aku. Seterusnya akan selalu begitu, jika kita selalu melihat kebawah. Akan selalu merasa beruntung dan terus bersyukur ". ( Kipley Gunung Sumbing, tgl 16 04 16 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar