Rabu, 12 Oktober 2016

Mari Kita Bersyukur

Hari ini, selasa pukul 5.06 PM ku berbaring sambil senyam senyum sendiri karena memandangi foto yang membuat hatiku berkembang biak. Yaaa pasti kamu tau laah bagaimana rasanya kalo kamu, “ Take a picture with someone whom you love but she's not yours “. Eeiitss ini niatnya mau ngerjain tugas kok malah jadi curcol yaakkk. Yukk kembali fokus broow. Monggo di simak sampek klimaks.

Selasa pagi pukul 4.46 AM ku dibangunkan oleh Raja Rembulan yang sudah ku pinta tadi malam untuk membangunkan. Karena di pagi yang cerah ini aku harus berada di kampus untuk mengikuti acara wisuda kakak angkatan sebagai pelontar suara di kelompok paduan suara kampus ku. Setelah beberapa menit ku memanggil nyawa - nyawa ku yang telah pergi ke alam mimpi untuk kembali ke tubuhku yang imut ini. Dengan wajah penuh dosa ku ambil air wudhu untuk menjalankan kewajiban seorang anak yang solehah :p. Kemudian ku melakukan gerakan yang sebenarnya aku sudah bosan. Karena di setiap pagi orang - orang melakukan gerakan ini untuk membersihkan badan. Setelah mandi ku makan makanan khas jogja yang manis dan gurih kayak kamu :p.
Setelah mengenakan kemeja dan jas dengan rapi. Kumelihat kaca dan, " Waoow, ternyata aku gk kalah ganteng dengan Alliando De' Caprio ya :) ". Kemudian ku tarik gas menuju kampus dengan kecepatan sederhana. Setelah sampai di TKP ku lihat mereka para teman - temanku yang sudah seperti bidadari sedang mempercantik diri sedang mengoleskan bahan yang tidak alami ke wajahnya sendiri.

Dan kulihat jam di dihape menunjukkan pukul 05.45. Kemudian ku bakar sebatang rokok untuk pemanasan dan kubertemu dengan seorang temanku dari papua sebut saja namanya Oge. Dengan senyuman terbaik kusapa dia..

" Hey Oge "
" Eh halo kipli " ku raih tanganya dan bertanya " Loh kamu masuk jam berapa ? "
" Sa masuk jam tujuh " yang dia bilang “ Sa “ itu sama dengan “ Saya
" Waow rajin sekali kamu masuk jam tujuh jam enam udah datang "
" hahaha tidakk.. sa berangkat dari asrama jam lima, saya jalan kaki "
" ohh. Benarkah ? Kamu emang gini ". Sambil ku berikan dua jempolku untuk dia. 


Mendengarnya.. seperti tuhan sedang membukakan mataku lebar - lebar. Kita yang memiliki kendaraan sendiri untuk pergi bersekolah ataupun kuliah kadang masih mengeluh. Sedangkan Oge ? Dia jalan kaki, dan dia berangkat satu jam lebih awal. Dengan ini kita seharusnya malu jika tidak bersyukur kepada Big Boss yang diatas, apalagi untuk mengeluh. Karena jika nurutin nafsu, pasti nggak ada habisnya. Maka " beruntunglah kalian, beruntunglah aku. Seterusnya akan selalu begitu, jika kita melihat ke bawah. Akan selalu merasa beruntung dan terus bersyukur ".Kata – kata yang kuambil dari caption foto instagram seorang pendaki gunung yang memamerkan fotonya di puncak Gunung Sindoro.

" haha kau mau ikut apa kah?, kok semua pake jas ? " dia bertanya sambil melirik temanku yang lagi dandan.
"Oh ini aku ada acara wisuda, aku ikut UKM paduan suara. Kamu ikut UKM apa aja? "
" oh sa tidak ikut apa - apa. "
" lho kenapa? Ikutlah suatu organisasi untuk belajar ngomong. Biar nggak jadi orang pemalu. "
" haha iyaa.. "
" kamu prodi apasih? Lupa aku hehe "
" Akuntansi.. saya prodi akuntansi.."
" Oh susah nggak materi nya ? "
" hueee susahnya minta ampun broo "
" hahaha untung aku kemarin nggak jadi ambil akuntansi "
" he iya ini.. sepertinya saya salah jurusan..pengen ganti tapi bisa tidak ya? "
" loh emang dulu sma nya apa? 

" saya IPA hehe"

" oh nggak papa oge, namanya orang belajar emang gitu. Karena untuk mencapai kesuksesas itu butuh proses yang panjang. Uang bisa dicari brow.. tapi kalau umur, gabisa di ulang lagi. Maka manfaatin waktu kita sebaik - baiknya ge... Aku bisa ngomong seperti ini karena dulu aku pernah ngulang sekolah karena di DO. Karena sakit banget brow ketika teman - teman seangkatan ku udah lulus, aku masih nunggu tahun depan ". 
" ohh iya benar juga kamu pli.. "

" iya ge.. aku yakin ketika kamu memutuskan ambil jurusan itu pasti kamu sudah mempertimbangkannya kan?" Dia mengangguk seakan menunggu apa yang akan aku ucapkan selanjutnya.

 " yaudah deh.. coba berjuang aja dulu, kita ini laki - laki. Belajar bertanggung jawab atas apa yang telah kita pilih. Ketika udah memilih untuk “ fight “, yaudah kita coba bertarung sampai selesai. "
" eiseh.. iya iya benar kamu pli ".

" terus di papua TK tidak? ".
" ada.. tapi sa tidak, saya langsung SD ".
" em.. Enam tahun juga kan disana? “.
" iya pli enam tahun juga, tapi disana gurunya jarang datang... jadi kita pertemuan seminggu sekali "
" oh disana kekurangan guru apa ?"
" tidak kok..."
Aku tidak tahu dia bohong atau tidak, tapi dia menjawab dengan tatapan yang polos seakan sedang menggambarkan suasana sekolah di kampung halamannya. 
 Jika aku dulu dari SD sampai SMK pertemuan kelasnya hanya seminggu sekali, aku kira aku akan menjadi manusia yang lebih bodoh dari aku saat ini.

Orang papua yang kutemui ini adalah sosok orang yang baik, lugu, dan polos. Seringkali ku perigatkan jangan sampai salah pergaulan dan selalu ingat orang tua dirumah. Beda halnya dengan orang papua yang nakal dan suka bikin onar. Karena orang yang bertipe tersebut, mereka - mereka yang serius ke jogja untuk mencari ilmu jadi terkena imbasnya. Ada yang cari kost jadi susah, di acuhkan lah, di jauhi lah. Itu semua karena ulah beberapa orang yang membuat nama papua menjadi tercemar.

Akan tetapi tidak masalah, tetaplah jadi orang baik. Ketika kita berbuat baik kepada siapapun, selalu menjaga perasaan, dan saling bergotong royong dalam kebaikan. Orang - orang tidak akan memperdulikanmu dari mana, anak siapa, agamamu apa, dan dari suku mana. Mereka akan tetap menjadi teman baik mu ^^

" Beruntunglah Kalian, beruntunglah aku. Seterusnya akan selalu begitu, jika kita selalu melihat kebawah. Akan selalu merasa beruntung dan terus bersyukur ". ( Kipley Gunung Sumbing, tgl 16 04 16 )

Sabtu, 08 Oktober 2016

Harmonis Nggak Harus Mewah



Rise up this morning, smiled with the risin sun.. three little birds. Sebuah lagu dari alm Bob Marley mengawali pagi ku yang penuh gairah. Hari ini, sabtu pukul 09.45 kumenunggu kedatangan temanku yang berjanji mau ngasih aku pekerjaan di pagi ini. Dengan seglintir lamunan kuteringat tugas dari salah satu dosen ku yang membuatku untuk membuka aplikasi memo di hape. Dan baru beberapa menit kumenunggu akhirnya temanku datang dan kita gaspol menuju TKP. 


Jujur aja ini pengalaman pertama ku untuk bekerja sebagai service AC. Tapi gamasalah, hitung - hitung buat nambah pengalaman dan ilmu baru. Setelah sampai tempat dimana lima AC yang harus kuperbaiki. Yaitu sebuah kost putra dimana hanya anak orang kaya yang mampu menyewa sebuah kamar disini. Tak perlu kujelaskan secara detail seperti apa yang ku kerjakan, yang jelas nyari duit itu nggak ada yang tidak membutuhkan perjuangan.


Sedikit pengalaman kerja yang udah aku telusuri. Dari tukang parkir, las karbit, nyablon, courier mengikuti berbagai macam event dan masih banyak. yang penting dapet duit gitu lah. Semua itu aku lakukan pada awal masuk di bangku kelas dua SMK setelah diriku mempunyai keinginan untuk melanjutkan jenjang studi ke perguruan tinggi. Karena jika aku sudah mulai masuk ke dunia perkuliahan, aku pasti membutuhkan yang namanya kendaraan pribadi. Kemudian dengan prinsip " If you want it, work for it " akhirnya sebulan sebelum masuk kuliah target tercapai. Kubeli motor second untuk melengkapi kebutuhan transportasi. Aku tidak pernah malu dengan apa yang telah aku lakukan, selama itu tidak merugikan orang lain aku sih enjoy aja. Dan aku merasa beruntung mempunyai orang tua yang selalu mendukung apapun pekerjaan yang aku lakukan asalkan itu halal. 

Lalu pada jam 10.15 aku sampai di TKP. Aku melakukannya dengan seorang temanku yang berusia kurang lebih dua puluh delapan tahun. Sebut saja namanya Godox. Dia memiliki isteri dan dua orang anak yang ceria. Dia adalah seorang ayah yang bisa dibilang Good Father. Karena apapun pekerjaannya akan dia lakukan, agar dia dapat menafkahi keluarganya. Memang sih upah yang didapatkan tidak sebanyak gaji PNS, tapi nyatanya dia dapat menghidupi keluarganya, nyekolahin anaknya, beli gerobak angkringan buat usaha isterinya.. dalam kejadian tersebut mencontohkan bahwa sosok ayah yang baik itu tidak harus punya banyak uang, gaji yang gede, pekerjaan yang mapan, dan memiliki rumah yang megah.... tapi yang paling penting itu adalah tanggung jawab nya, sebagai seorang ayah.


Teringat saat Godox berkata padaku " Mbiyen pli jamane aku iseh penganten anyar, ameh masak tempe rong iris we njaluk almarhum ibukku " yang artinya " dulu pli pada waktu masih penganten baru, mau masak tempe dua lembar aja minta ke almarhum ibu saya ". Kejadian tersebut mengingatkanku akan orang yang tidak berani menikah karena dia bilang belum ada modal. Dan akhirnya orang tersebut sampai sekarang di umur 44 tahun belum menikah juga. Ya mungkin karena dia masih merasa belum mampu untuk mengadakan resepsi yang mewah. 


Dari perkataan Godox tentang tempe dua lembar, dapat aku lihat secara nyata ketulusan jalinan cinta mereka. Di sisi seorang isteri, Dia adalah contoh seorang wanita hebat dan langka ditemukan di jaman saat ini. Karena kebanyakan wanita saat ini bertipe gengsi tinggi. Tapi aku mendukung kepada kamu - kamu yang berpikiran materialistis. Karena logikanya memang benar. Hanya aku menyarankan tetap pintar dalam menyeleksi calon suami, karena seorang pepatah dari timur tengah mengatakan, " seorang pria semakin kaya semakin nakal". Tetapi tidak semua lelaki kayak gitu. Jadi pintar - pintarlah kamu dalam menilai, sehingga tidak menyesal kedepannya.
Tidak Berangkat Karena Malu Terlambat, Lebih Memalukan dari Terlambat.


Diatas kasur tua aku bangun dari tidurku, ketika kulihat jam dinding menunjukkan pukul 7.30 AM. Seketika terucap dari mulutku " jancuk! modyar aku !" Yang artinya " Sial! Mati aku! “. Tanpa acara ngumpulin nyawa, dengan celana jeans rock n roll sobek - sobek yang masih ku kenakan, ku menuju kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi gak kepikiran untuk mandi. Kemudian tanpa nyari baju di almari, ku kenakan baju batik yang tercantol di paku tembok kamar ku. 

Ketika ku melihat kaca dan sambil merapikan rambut macho ku, dalam hati ku menggumam " Berangkat gk ya... Udah jam segini nanti gaboleh absen percuma dong “. Ah tapi ini salah satu mata kuliah yang ku sukai “, karena mata kuliah ini aku jadi mengerti lebih dalam rasa yang selama ini aku pertanyakan. Pada saat itu mata kuliah Ilmu Sosial Dan Budaya yang akan aku pelajari. Ternyata rasa yang sering ku bincangkan dengan temanku ini ada ilmu nya. Dengan mata kuliah ini aku lebih mengetahui teori nya lebih dalam lagi. lalu aku memutuskan untuk mencoba untuk berangkat. Masalah nanti tidak diperbolehkan masuk, yaudah tinggal pulang terus tidur lagi. Dan kalo nanti boleh masuk tapi tidak boleh mengisi absen gapapa lahh, karena absen penuh tanda tangan bukan tujuan utama ku masuk perguruan tinggi, melainkan karena aku merasa manusia bodoh yang ingin mencari ilmu dan pengetahuan lebih banyak lagi. Pada pukul 07.40 ku bergegas dan tancap gas otw kampus dengan kecepatan seratus.

Ketika jalanan macet dan aku mengambil di sisi kanan jalan mau nerobos lampu merah yang biasanya sih aman - aman aja. Eh ternyata pada saat udah melewati barisan terdepan, kulihat ada pak polisi yang berdiri di pinggir jalan yang masih memperhatikan arah yang lain. Karena posisi nya pada saat itu kalo ngrem jelas ga sampai, pemikiran cepatku menyuruh agar tetap menerobos dan pura - pura tidak melihat kalo disitu ada polisi yang sedang mengawasi. Kemudian setelah kulewati dia yang berbadan tegap berisi kudengar dia berteriak keras " Woi!" Ku tengok dia dan pak polisi memaki ku lagi " Matamu nengdi ! " yang artinya " " matamu ditaruh mana ! “.” Maaf pak saya tidak tahu “, jawabku dengan nada halus sopan dan santun. Lalu pak polisi menghampiriku dan berkata " Kamu liat tidak itu yang lain pada berhenti ! ", " iya pak saya minta maaf  ".Ketika lampu hijau sudah menyala dan semua kendaraan melaju ke arahku. Dengan nada rendah dari sebelumnya pak polisi bilang ke aku,” Tidak usah terburu - buru, nanti kalau kecelakaan yang rugi kamu sendiri “. seketika hatiku terenyuh setelah mendengar nasihat darinya. Kujawab " nggih pak, kulo nyuwun ngapuro " yg artinya " iya pak, saya minta maaf " lalu sambil action liat jam tangan. Kemudian polisi tersebut menyuruhku melanjutkan perjalanan, tanpa denda ataupun tilang. 

Disini kudapati polisi yang baik hati, tidak seperti yang orang - orang katakan bahwa polisi itu mata duitan, koruptor dsb. Tidak dapat dimungkiri memang ada polisi yang seperti itu, tapi tidak semua. Buktinya, aku ngelanggar peraturan dan gak dimintain duit wkwk malah dikasih perhatian lebih daripada pacarku. Dan sepertinya aku mulai jatuh cinta sama kamu pak. 


Sesampainya di kampus, aku lari ditangga sambil ngebayangin bahwa aku adalah Cristiano Ronaldo yang lagi latihan sprint tangga. Ketika ku memasuki ruang kelas dan bilang " permisi pak " dengan senyum beliau memotong perkataanku " iya silahkan masuk " " Maaf pak saya bangun kesiangan ", " tidak apa apa, ini malah bagus udah brani jujur ". Kulihat jam di dinding kelas tepat puk 08.05, padahal kelas sudah dimulai satu jam sebelumnya. Dan aku mulai menyesuaikan diri untuk mengikuti pelajaran ini hingga selesai dan aku masih diperbolehkan untuk mengisi absen. 

Pada cerita diatas, pelajaran yang saya dapatkan adalah dimana kita tidak akan pernah tahu jawaban yang sebenarnya jika hanya mengira - ngira atau memikirkannya saja. Karena terkadang apa yang ada di dalam fikiran kita tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Dan tentang masalah polisi.. maaf pak saya khilaf hehe.