Hmmm.. Dihari ini jumat,
16 september 2016 pukul 21.26 malam, dengan aplikasi memo di HP ukuran 4inc aku
mencoba mengerjakan tugas dari dosenku nih... Beliau adalah dosen Ilmu Sosial dan
Budaya yang membagi ilmunya di beberapa perguruan tinggi swasta kawasan Jogja -
solo. Beliau meminta ku untuk membuat blog dan menulis cerita layaknya buku diary. Jujur
saja sejak aku keluar dari rahim seorang bidadari sampe sekarang belom pernah
yang namanya nulis diary. Jadi saya memilih untuk mengarang sebuah cerpen /
ilustrasi yang semoga dapat memberikan wawasan bagi kalian. Sebelumnya perlu
aku tegaskan bahwa ini hanyalah sebuah karangan / fiktif belaka, jadi jangan
serius banget menanggapi cerita aneh ku ini yaa.
Langsung saja semoga kalian dapat mengambil hikmah dari karangan perdana ku.
Pelajaran di Jalanan
Waktu aku duduk di bangku SD, orang - orang sekitar kampung
menilai diriku adalah bocah yang bandel dan gabisa diatur. Maklum karena aku di
didik oleh orangtua ku tidak terlalu di kekang. Aku tidak pernah di tuntut
untuk belajar membaca dan menghitung. Hanya saja setiap waktu malem jumat harus
membaca surat Yasin atau tahlilan untuk mendoakan kakek nenek ku dan
menjalankan sholat lima waktu hehe.
Lalu dikemudian hari ada ketua RT baru yang mempunyai anak se
usiaku. Anaknya ngadu tentang apa aku lupa, kemudian pak RT memberi bujukan
kepada orangtua - orangtua dari temenku agar anaknya di jauhkan oleh mahluk
sepertiku :(. Saat itu hanya rasa kecewa, benci, dan dendam yang terus menerus
menemaniku, gada yang lain. Lalu aku memilih untuk tidak berteman dengan
orang - orang kampung. Dan aku memutuskan untuk menjadi seorang gamers yang setiap hari bisa hepi yang bisa cari uang sendiri dan
hampir dikeluarin sekolah karna sering bolos hanya untuk maen game online.
Tetapi seiring berjalanya waktu, aku mulai sadar bahwa dari
kebiasaan maen game ini, aku jadi lebih tau tentang hal komputer, bisa ngetik
tanpa melihat keyboard dll. Ketika aku mendapatkan uang dari permainan
tersebut, habisnya juga cuman buat maen game lagi, beli voucher dan bayar billing ( tarif
/jam di gamenet ). Uang nya gapernah jadi baju ato apa, tapi seakan ilang
begitu aja.
Tapi di sisi lain aku menjadi seorang yang pemalu, untuk
berkenalan pun lidahku seakan kaku. Okelah, untuk di dunia maya aku mudah
mencari dan mempunyai banyak teman. Tetapi di dunia nyata, aku hanyalah seorang bocah pendiam, pemalu yang baperan ( mudah
marah ) kalo di bercandain. Selain itu aku merasa menjadi orang yang kaku dan
memiliki pemikiran yang sempit ( susah
untuk menerima pendapat/presepsi dari orang lain ).
Kemudian ada sebuah peristiwa yang mendorongku untuk berfikir kedepan.
Disaat beberapa bulan menjelang Ujian Nasional SMP, aku di panggil oleh guru BK
untuk yang kesekian kalinya karna masalah ketidak hadiranku di sekolah yang telah
melebihi batas. Aku masih ingat ucapan yang tidak mengenakkan hati yang
telah di ucapkan oleh guru BK ku. Ingin rasanya ku tonjok mulutnya agar dia
lebih menata kata - kata yang ia ucapkan agar tidak melukai perasaan ibu ku.
Namun aku merasa sangat beruntung mempunyai ibu yang sangat sabar dalam
menghadapi masalah apapun, sehingga guru botak itu ( karna rambutnya botak )
memberi ku kesempatan untuk yang terakhir kalinya untuk memperbaiki kesalahan
- kesalahan yang telah kuperbuat.
Lalu aku mulai berfikir, jika aku terus begini ( dengan menjadi seorang
gamers ) aku bisa semakin terjerumus kedalam dunia gamers yang dapat mempengaruhi masa depanku. Dan tidak akan
mengenali dunia nyata yang seutuhnya. Aku merasa jiwa ku belum hidup
sepenuhnya. Dengan perlahan aku mencoba untuk belajar bersosialisasi. Mengubah
kebiasaan bermain game menjadi kebiasaan melakukan interaksi terhadap orang -
orang baru. Al hasil memang kudapati banyak temen.
Ketika masuk di bangku SMK, aku merasa skill percaya diriku mulai
meningkat dari sebelumnya. Aku udah mulai lancar untuk berbicara, bergaul, dan
bercanda tawa. Tapi cara berbicara dan memperlakukan seseorang aku masih belum
dapat memilah, bahwa ini dapat menyinggung atau tidak nya perasaan lawan bicara
ku. Seperti halnya saat MOS dimulai, ada kakak kelas yang selaluuuu mencari kesalahanku,
entah mengapa dia terus menerus memarahi ku.
Nah disaat hari terakhir MOS, semua siswa baru berkumpul di aula.
Ketua Osis meminta untuk semua siswa baru membuatkan puisi untuk salah
satu kakak Osis yang kita idamkan ( iuh ). Dan terfikir di otakjahat ku untuk
melakukan balas dendam hehe. Kemudian kubuatkan deh puisi gombal yang bersifat ngejek tapi lucu, dengan cara
aku langsung ngomong di depan dia dan di depan ratusan siswa baru.
Semua mahluk yang ada di alua tertawa karena puisiku ( termasuk
cicak juga haha ). Tetapi setelah aku selesai membacakannya, dan mau ngasih bunga ( yang ku ambil dari vas bunga diatas meja
paling depan ), eh dia nya malah pergi dengan mimik wajah yang menggambarkan
bahwa dia marah. Setelah beberapa menit kemudian kudapati kabar bahwa dia
nangis karena malu akan puisi gombal yang kuberikan kepadanya. " ( Kuharap kamu tidak penasaran dengan puisi itu) karena puisi tersebut dapat
menyebabkan kanker dan serangan jantung hehe “.
Tidak hanya itu saja, sering kali aku berkelahi karena sifatku
yang kaku, pemikiran sempitku dan perkataanku yang secara tidak ku sadari telah
melukai perasaan orang lain. Dan aku mengakuinya bahwa diriku yang salah. Sehingga
mereka merasa tidak terima dan marah padaku.
Pada tahap ini, aku mulai mempunyai presepsi bahwa di setiap
perkumpulan yang ku alami adalah interaksi antara berbagai individu yang
mempunyai sifat dan pola pikir yang berbeda. Jadi kita harus memahami sifat,
watak, dan cara berfikir teman / lawan bicara kita agar dapat mengatur alur
pembicaraan agar tetap harmonis. Atau istilah orang jawa bilang ( ngemong ).
Sekarang jika saya menemui tipikal orang yang kaku &
pemikiranya yang sempit, saya lebih memilih untuk pura - pura bodoh, dan
membesarkan hati nya. Serta mengambil point - point baru untuk menambah wawasan
dan menjadikanya sebagai obyek penelitianku.
Seiring banyak orang yang telah ku jumpai, dan banyaknya kejadian
- kejadian yang telah ku alami, tanpa di sadari aku merasa mulai dapat membaca pikiran orang lain,
dan menilai karakter seseorang hanya dengan melihat cara dia berbicara ( maaf jika kamu tidak setuju, tapi kumohon
kamu memaklumi akan pemikiran bodoh ku ini ). Mungkin ini terlihat aneh,
lebay, dan sok. Tapi mohon maaf, memang ini yang telah kurasakan.
Dengan itu aku juga berlatih untuk tidak secara langsung ngejudge
orang dengan kesan peratama yang ku alami. Beberapa orang kadang menilai
manusia dari luar nya aja. Tanpa mencoba untuk mengenali lebih dalam lagi. Karena
mungkin kesan pertama yang dia alami adalah bad impression ( kesan buruk ). So, langsung deh dia ngjudge
dengan se enak jidatnya.
Kalo emang benar begitu, lalu kenapa seorang yang berpenampilan
seperti walizongo yang biasa disebut oeztad, bisa - bisa nya mencabuli anak
didiknya sendiri ? Aku aja yang penampilan kayak preman pengen nyium cewek aja
nunggu dia nyosor duluan. Terus mereka orang - orang yang berdasi yang mempunyai jabatan tinggi, dengan teganya nggelapin uang rakyat ?
Padahal gaji nya sebulan aja udah kyk jatah makan ku selama 2 tahun.( mungkin aku belom ngrasain aja ketika
berada di posisi seperti mereka, Kalo udah.. gak cuma uang, istri orang paling
juga uwe gelapin wkwk ).
So... pelis lah mabow.. " where
ever you're, don't judge a person from the out side ". Cari lah data /
informasi se banyak - banyak nya, baru deh kamu dapat menyimpulkan hipotesis ( kesimpulan sementara ). Karena
menurutku, tidak ada kebenaran mutlak di dalam ilmu sosial & budaya. Karena
disetiap individu memiliki cara pandang yang berbeda. Dan di setiap tempat,
memiliki kebudayaannya masing - masing.
Memang sih, dengan mikirin tentang sosial dan budaya aku gak dapet
duit, apalagi seorang pacar. Akan tetapi aku sangat bersyukur kepada ALLAH SWT,
karna telah memberi pemikiran bodoh seperti ini aku merasa alur kehidupanku
lebih luas, lebih berwarna dan lebih menarik ^^.
And then.. Pada cerpen / ilustrasi diatas, aku dapat menyimpulkan bahwa pelajaran yang hanya bisa kita dapatkan di jalanan juga tidak kalah penting dengan ilmu yang kita dapatkan ketika kita membaca banyak buku. Dengan banyaknya pengalaman bersosial akan secara otomatis membentuk pola pikir yang terbuka. Jelas beda hal nya nanti jika di bandingkan dengan gamers / kutubuku yang tidak pernah keluar rumah. Memang benar dengan membaca banyak buku kita akan memiliki banyak pengetahuan.Tetapi akan lebih baik jika di imbangi dengan ber eksperimen di jalanan. Menerapkan ilmu dari apa yang telah kamu baca ke dunia nyata dan memahami reaksi nya. Ini hanya kesimpulan dari pemikiran orang yang tidak pernah baca buku, jadi aku mohon maaf buat kamu - kamu yang tidak setuju dengan kesimpulan ku. Tak luput kusadari bahwa diriku juga kekurangan ilmu pengetahuan karena selama ini hanya koran lah yang sering ku baca. Jadi jika kamu punya rekomendasi buku yang ringan untuk pemula seperti ku, dengan senang hati aku akan mencoba membaca nya ^^.
Alhamdulilah.. pada hari minggu pagi 18 september jam 6.53 pagi dengan Hp 4inci aku meng akhiri cerita bodoh ini. Tinggal nanti sore pergi ke warnet untuk buat blog dan ngetik ulang lagi hehe. Sekali lagi saya ingatkan. " Ini hanyalah karangan / fiktif belaka " jika ada banyak kata / kesalahan - kesalahan lain yang menyinggung perasaan Kamu, aku mohon maaf dengan se besar - besarnya ".
Terimakasih telah membaca hingga akhir. Silahkan untuk memberikan sebuah Kritik dan saran darimu sangat kuharapkan.
instagram / line : @ faturrozaak